yaalatif.id
Mengenang Keteguhan Ibunda Hajar dan Doa Saat Sa'i

Ketika jemaah Yaa Latif Tour & Travel menyelesaikan ibadah Tawaf di sekeliling Ka’bah, langkah kaki kita berikutnya akan diarahkan menuju Mas’a—jalur tempat melaksanakan Sa’i yang menghubungkan dua bukit bersejarah: Shafa dan Marwah.

Sa’i bukan sekadar aktivitas berjalan kaki dan berlari kecil sebanyak $7 \text{ kali}$ bolak-balik melintasi jarak sekitar $394 \text{ meter}$ (dengan total jarak tempuh mencapai $\pm 2,76 \text{ kilometer}$). Sa’i adalah visualisasi fisik dari salah satu kisah cinta, keteguhan iman, dan perjuangan seorang ibu yang paling mengharukan dalam sejarah peradaban manusia: Ibunda Hajar.

1. Kisah Emosional Ibunda Hajar: Dari Lembah Tandus hingga Mukjizat Zamzam

Sejarah Sa’i bermula ketika Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah SWT untuk meninggalkan istrinya, Hajar, dan putranya yang masih bayi, Ismail AS, di sebuah lembah gersang tak berpenghuni yang kelak menjadi kota Makkah. Saat itu, tempat tersebut hanyalah padang pasir berbatu tanpa setetes air pun dan tanpa naungan pohon.

Saat Nabi Ibrahim AS mulai melangkah pergi, Ibunda Hajar mengejarnya dan bertanya dengan penuh kebingungan, “Wahai Ibrahim, ke mana engkau akan pergi meninggalkan kami di lembah yang sunyi ini?” Namun, Nabi Ibrahim AS tetap melangkah tanpa menoleh karena beratnya ujian perasaan yang beliau hadapi.

Hingga akhirnya, Ibunda Hajar melontarkan sebuah pertanyaan yang menjadi kunci dari segala mukjizat:

“Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan hal ini?”

Nabi Ibrahim AS akhirnya berbalik dan menjawab, “Ya.”

Mendengar jawaban itu, lenyaplah segala keraguan dari hati Ibunda Hajar. Beliau berkata dengan penuh ketenangan iman yang luar biasa:

“Kalau begitu, Dia (Allah) tidak akan pernah menelantarkan kami.”

Detik-Detik Air Mata dan Ikhtiar di Bukit Shafa & Marwah

Waktu berlalu, perbekalan air di dalam kantong kulit habis. Air susu Ibunda Hajar pun mengering. Bayi Ismail mulai menangis histeris karena kehausan yang luar biasa.

Didorong oleh rasa cinta yang mendalam dan naluri seorang ibu, Hajar mulai mencari bantuan. Beliau berlari menuju Bukit Shafa, memandang ke sekeliling gurun yang luas, namun tidak melihat ada tanda-tanda manusia atau air. Beliau kemudian turun ke lembah, berlari-lari kecil di dasar lembah, lalu mendaki Bukit Marwah, kembali menatap cakrawala, namun hasilnya tetap nihil.

Beliau melakukan ikhtiar ekstrem ini sebanyak $7 \text{ kali}$ bolak-balik antara Shafa dan Marwah. Di tengah keputusasaan fisik yang mendalam, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk menghentakkan sayapnya (atau tumit bayi Ismail yang menghentak tanah), hingga memancarlah mata air yang sangat jernih dan melimpah.

Ibunda Hajar segera membendung air tersebut dengan tangannya sambil berkata, “Zam-zam, zam-zam!” (berkumpullah, berkumpullah). Air itulah yang kita kenal hari ini sebagai Air Zamzam, yang tak pernah kering selama lebih dari $4.000 \text{ tahun}$.

2. Fiqh & Esensi Spiritual Sa’i: Integrasi Ikhtiar dan Tawakkal

Bagi jemaah haji dan umroh, Sa’i adalah rukun ibadah yang wajib dipenuhi. Pelajaran terbesar dari Sa’i adalah keseimbangan antara ikhtiar lahiriah dan tawakkal batiniah:

  • Ikhtiar Tanpa Batas: Ibunda Hajar berlari di antara dua bukit gersang yang secara logika tidak mungkin menghasilkan air. Namun, beliau tetap bergerak. Allah mengajarkan kita bahwa manusia wajib berusaha semaksimal kemampuannya.

  • Hasil di Tangan Allah: Mukjizat air Zamzam tidak muncul di atas Bukit Shafa atau Marwah tempat Hajar lelah berlari, melainkan muncul di bawah kaki bayinya yang tak berdaya. Ini membuktikan bahwa hasil akhir dan rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka, murni karena ketetapan Allah SWT setelah melihat ketulusan ikhtiar kita.

3. Tuntunan Doa dan Bacaan saat Sa’i Sesuai Sunnah

Agar perjalanan Sa’i Anda bersama Yaa Latif Tour bernilai ibadah sempurna sesuai tuntunan Rasulullah SAW, berikut adalah doa-doa yang disunnahkan untuk dibaca di setiap fasenya:

A. Doa Saat Mendekati Bukit Shafa (Sebelum Memulai Putaran Pertama)

Ketika Anda mulai berjalan dari bukit Shafa untuk memulai Sa’i, bacalah ayat Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: $158$):

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Innas-shafaa wal-marwata min sya’aa’irillaah, faman hajjal-baita awi’tamara falaa junaaha ‘alaihi ay-yaththawwafa bihimaa, wa man tathawwa’a khairan fa innallaaha syaakirun ‘aliim.

Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumroh, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

Sambunglah dengan membaca ucapan sunnah:

أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ Abda’u bimaa bada’allaahu bihi. Artinya: “Aku memulai dengan apa yang Allah memulai dengannya.”

B. Doa di Atas Bukit Shafa & Marwah (Menghadap Ka’bah)

Setibanya di puncak Shafa (dan nanti di puncak Marwah pada setiap akhir putaran), hadapkan tubuh Anda ke arah Ka’bah, angkat kedua tangan seperti berdoa, lalu bacalah takbir dan doa ini sebanyak $3 \text{ kali}$:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلهِ الحَمْدُ Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillaahil-hamd.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ Laa ilaaha illallaahu wahdahu, anjaza wa’dahu, wa nasara ‘abdahu, wa hazamal-ahzaaba wahdah.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang memenuhi janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan keesaan-Nya sendiri.”

C. Doa di Antara Dua Pilar Hijau (Disunnahkan Berlari Kecil bagi Laki-Laki)

Saat melintasi area yang ditandai dengan lampu pilar hijau (yang merepresentasikan dasar lembah di mana Ibunda Hajar mempercepat langkahnya), disunnahkan bagi jemaah laki-laki untuk berlari-lari kecil sambil membaca doa ini:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمْ، إِنَّكَ أَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

Rabbighfir warham, wa tajaawaz ‘ammaa ta’lam, innaka Antal-A’azzul-Akram.

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku, kasihanilah aku, dan maafkanlah segala kesalahan yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah.”

4. Merasakan Ruh Perjuangan Sa’i Bersama Yaa Latif Tour

Menyusuri Mas’a sejauh hampir $3 \text{ kilometer}$ bisa menjadi perjalanan fisik yang melelahkan bagi sebagian jemaah, terutama lansia dan anak-anak. Namun, Yaa Latif Tour & Travel mengemas ibadah Sa’i ini agar berjalan dengan penuh kekhusyukan dan kenyamanan:

  • Storytelling yang Menggetarkan Jiwa: Sebelum memulai Sa’i, Muthawwif kami akan mengajak jemaah berkumpul sejenak untuk menceritakan kembali drama emosional perjuangan Ibunda Hajar secara langsung. Mengetahui kisah di balik ritual ini akan mengubah kelelahan fisik Anda menjadi tangisan syukur dan kerendahan hati dalam setiap langkah.

  • Manajemen Kecepatan (Pace Control): Kami mendampingi rombongan dengan ritme berjalan yang stabil dan teratur. Kami memastikan jemaah lansia atau yang membutuhkan bantuan (seperti kursi roda atau skuter listrik resmi di lantai atas) terfasilitasi dengan aman dan nyaman.

  • Bimbingan Doa yang Jelas: Menggunakan perangkat audio receiver nirkabel dari Yaa Latif, jemaah dapat mendengarkan lantunan doa-doa sunnah dari Muthawwif dengan sangat jelas tanpa harus berteriak-teriak di tengah keramaian.

Kesimpulan: Pulang dengan Keyakinan yang Utuh

Setiap kali Anda menapaki bukit Shafa dan Marwah, ingatlah bahwa Allah tidak pernah tidur mendengarkan rintihan hamba-Nya. Sebagaimana Allah menyelamatkan Ibunda Hajar di tengah gurun yang mati, Dia pun pasti akan mengabulkan setiap doa dan ikhtiar tulus yang Anda panjatkan di sepanjang jalur suci ini.

Langkahkan kaki Anda menuju kemurnian iman. Amankan porsi keberangkatan Umroh & Ziarah Makkah tahun 2026 Anda bersama bimbingan spiritual tepercaya dari Yaa Latif Tour & Travel.

[Konsultasikan Jadwal Keberangkatan Anda – Hubungi Tim Kami Sekarang]

Scroll to Top